Jakarta – Direktur Utama BUMN PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho mengatakan kolaborasi pengembangan varietas unggul dalam dalam demonstrasi area (dem area) Sukamandi dapat menciptakan area pertanian efisien kemudian produktif untuk meningkatkan cadangan pangan nasional.
“Dem area ini momentum transfer kemampuan untuk mendapat pengetahuan teknologi budidaya yang digunakan mana dapat meningkatkan produktivitas hasil panen lalu menggalang pemenuhan stok pangan nasional,” kata Adhi dalam keterangan diterima dalam Jakarta, Sabtu terkait panen bersama yang tersebut dimaksud dijalani dalam Dem Area Sukamandi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Riset lalu Inovasi Nasional (BRIN).
Dem area itu mempunyai luas total 47,25 hektar (ha) juga terbagi ke dalam 3 blok, yaitu Blok S 20 menerapkan varietas Mantap kemudian Inpari 48 seluas 16,15 ha dengan pengaplikasian teknologi BRIN, Blok S18 menerapkan varietas Mantap seluas 16,10 dengan teknologi dari PT Biota, serta Blok S17 menerapkan varietas MSP 65 seluas 15 ha dengan teknologi MSP 65.
Sementara itu, Direktur Utama Holding BUMN pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan, panen dijalani pada lokasi lahan pertanian milik PT Sang Hyang Seri yang digunakan mana merupakan anak perusahaan ID FOOD.
“Hari ini ID FOOD bersama, NFA (Bapanas), juga BRIN sudah pernah dijalani melakukan panen bersama hasil budi daya benih unggul beberapa varietas. Pengembangan yang tersebut itu dikerjakan di dalam dalam lahan Holding BUMN Pangan ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pengembangan sistem pertanian yang digunakan efisien, presisi, serta bernilai tambah,” ujarnya.
Menurut Frans, usai penyelenggaraan panen, seluruh tim baik dari ID FOOD, Bapanas, kemudian BRIN akan melakukan evaluasi baik terkait produktivitas maupun efisiensi model bisnis.
Langkah ini sejalan dengan tujuan dari kolaborasi pengembangan yaitu untuk mewujudkan close loop pertanian yang dimaksud dimaksud dapat meningkatkan produktivitas beras nasional untuk memenuhi pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
“Saat ini panen tengah berjalan pada lahan Dem Area. Hasil hasil dari panen akan diserap oleh Perum Bulog untuk menambah stok CBP. Diharapkan, dari sebagian model pengembangan yang dimaksud dilaksanakan akan didapatkan cetak biru untuk diterapkan dalam skala yang dimaksud dimaksud lebih tinggi tinggi luas sehingga dapat menyokong pasokan CBP yang dimaksud dikelola Bulog secara berkelanjutan,” kata dia.
Kepala Bapanas sekaligus Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan kolaborasi ini merupakan contoh dari model sistem ekologi beras yang tersebut digunakan terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Ini akan menginspirasi semangat kita untuk terus memperkuat pasokan CBP di dalam area Perum Bulog, sehingga ketergantungan terhadap impor beras dapat mulai teratasi,” kata dia.
Menurut Arief, panen ini merupakan kolaborasi bersama dengan banyak pihak. Ia mengatakan, terobosan seperti ini penting diimplementasikan secara masif, oleh sebab itu dapat menyokong adanya stabilitas ketersediaan stok juga biaya beras, terlebih dalam antisipasi dampak fenomena El Nino.
Sinergitas ini perlu dikuatkan lagi dengan mengoptimalkan peran Kementerian Pertanian (Kementan) yang dimaksud digunakan memang fokus pada peningkatan produksi pangan nasional.
+ There are no comments
Add yours