Jakarta – Sejumlah informasi menarik mewarnai berita sektor dunia usaha pada Jumat (20/10), mulai dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) catat realisasi diversifikasi sepanjang Januari-September 2023 mencapai Rp266 triliun hingga perdagangan perdana bursa berjangka CPO (crude palm oil) sebanyak 100 ton.
Berikut rangkuman berita kegiatan ekonomi kemarin yang tersebut digunakan layak disimak pagi ini.
1. BKPM catat realisasi perkembangan kegiatan ekonomi pengolahan lanjutan capai Rp266 triliun
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi perkembangan dunia usaha pada dalam bidang pengembangan sepanjang Januari-September 2023 mencapai Rp266 triliun.
Berita selengkapnya pada sini
2. Konflik Israel tak pengaruhi transaksi ekspor hasil Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi menyampaikan bahwa konflik yang mana mana terjadi pada Israel tak mengganggu transaksi perdagangan ekspor Indonesia.
Berita selengkapnya di sini
3. NFA bangun pilot project lingkungan beras perkuat cadangan pangan
Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama ID Food juga PT Sang Hyang Seri (SHS) membangun pilot project biosfer perberasan nasional yang mana digunakan terintegrasi sejak hulu sampai hilir melalui Demonstration Area sebagai upaya pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Berita selengkapnya di dalam tempat sini
4. Pemerintah tekan hambatan ekspor melalui kerja serupa bilateral
Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk menekan hambatan ekspor melalui kerja mirip bilateral dengan beberapa negara tujuan dagang.
Berita selengkapnya dalam sini
5. Transaksi perdana di dalam tempat bursa CPO tercatat sebanyak 100 ton
Bursa Komoditi juga Derivatif Indonesia (ICDX) menyelenggarakan perdagangan bursa berjangka CPO (crude palm oil) perdana Jumat, dalam mana tercatat transaksi pada sesi pertama sebanyak 4 lot atau setara 100 ton CPO.
Berita selengkapnya dalam sini
+ There are no comments
Add yours